Perbankan Syariah: Perkembangan dan Penjelasan

Perbankan Syariah: Perkembangan dan Penjelasan.

Posted in BAHAN AJAR, EKONOMI, imam sumitro, Internet Sehat, RPP, SMA Negeri 1 Anjatan, SMANJA | Leave a comment

Megalomania

 

My cellular phone ku berdering terus sedari sore namun rasa lelah mengalahkan segalanya yang pada akhirnya kubiarkan deringnya sebagai music rest dan tak kuindahkan, waktu terus berjalan dan terhenyaklah diriku dari lelap tidur masih dikarenakan dering phone cell dan kua terima maka terdengarlah suara kawan nun jauh disana, kawan lama dan lama tak bersua akhirnya suaranya pun tak dapat di stop  apakah dr dan Psikolog doyan dongeng ya ? dan akhirnya sampai dini hari inilah endingnya.

Luluncurkan Lepi butut harta karuhun ini ke dunia maya dan ketemulah dengan :

MEGALOMANIA

ini kupasannya hasil senggol sana-sini dan panas telinga dari sang Psikolog !!!!

Pemimpin adalah seseorang yang dijadikan panutan oleh orang-orang yang dipimpin, sebagai penentu nasib kelompok yang dipimpin dan mengarahkan pada cita-cita bersama yang telah diharapkan. Kekuasaan adalah amanah yang diemban oleh seorang pemimpin untuk mewujudkan secara bersama-sama atas kesejahteraan dan kebaikan yang telah dijadikan tujuan.

Jika kepemimpinan tidak diisi oleh seseorang yang sehat secara psikologis, maka yang terjadi adalah suatu bentuk pemerintahan yang dipimpin dengan “kegilaan” sebagai landasan pengambilan keputusan dan pemerintahan yang berlandasakan pada kegilaan hanya akan menuju pada petaka bagi yang diperintah, karena keputusan yang diambil untuk bertindak dan menjalankan roda pemerintahan tidak akan tepat guna dengan kenyataan dan keadaan.

Banyak yang mengatakan megalomania merupakan ciri yang terkadang tampak pada seorang pemimpin, penyebabnya mungkin dikarenakan para pemimpin yang dekat dengan kekuasaan, kemuliaan dan kekayaan. Disertai kecenderungan manusia yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi disamping kebutuhannya yang lain, mendorong untuk meraih segala macam “kebaikan” sebanyak mungkin, setelah disuburkan dengan perasaan tidak pernah puas yang tidak mampu untuk dikendalikan, maka akan membawa kepada arah patologis jika dituruti tanpa pertimbangan dan kemampuan mengendalikan diri yang baik. Dibantu dengan kesempatan yang menggoda, serta ditopang oleh posisi sebagai pemimpin yang mana pada posisi tersebut seseorang pastilah memiliki pengaruh secara sosial-politik terhadap orang-orang yang dipimpinnya.

Maka seluruh hal tersebut akan sangat membantu merubah suatu pribadi untuk menjadi seseorang yang memiliki ambisi besar yang bersifat berlebihan, yang kemudian jika dibiarkan maka secara perlahan akan mengarah pada irasionalitas sebagai perwujudan dari obsesi akan keberhasilan diri yang belum tercapai dan didorong dengan harapan dan kepercayaan diri yang terlalu tinggi untuk mencapainya, maka keadaan ini biasa disebut dengan megalomania atau waham kebesaran.

Secara harfiah megalomania sendiri berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari dua suku kata yaitu Megalo yang berarti sangat besar, termasyur, atau berlebih-lebihan, dan Mania yang berarti bentuk obsesi yang berlebihan terhadap sesuatu, dimana ketika digabungkan maka akan diartikan sebagai bentuk obsesi berlebihan yang mendorong seseorang pada kebutuhan akan keasyikan tertentu terhadap sesuatu yang bersifat irasional, bentuk irasional tersebut terkadang adalah perasaan kemuliaan dan kebesaran yang berlebih-lebihan atas diri sendiri.

Megalomania merupakan bentuk manifestasi keadaan patologis dimana seseorang memiliki suatu bentuk fantasi terhadap kekuatan, kekayaan dan “kemaha-besaran” didalam dirinya, hal ini terkadang disebabkan oleh obsesi mereka akan kebesaran dan kemuliaan, baik itu secara pemikiran atau perbuatan, yang tidak tercapai.

Continue reading

Posted in anates, asc timetables, BAHAN AJAR, imam sumitro, Internet Sehat, Pemendiknas, Permendiknas No 46 Tahun 2010, SMA Negeri 1 Anjatan, SMANJA, Tutotial Wordpress, UN 2011 | 3 Comments

Tekhnik Memotret Model di Luar Ruangan

Untuk memotret model di luar ruangan, ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan oleh para fotografer pemula, antara lain :

1. Gunakan kamera pada posisi ZOOM agar model bisa berada agak jauh dari anda.

2. Jangan menggunakan lensa pada posisi Wide Angle ( lensa lebar ) karena ada akan efek distorsi, model terlihat lebih lebar.

3. Bila memotret model di luar ruangan, usahakan mencari waktu saat sinar matahari masih soft ( 8-10 pagi hari atau 3-5 sore hari ). Hal ini ditandai dengan bayangan di bawah kelopak mata atau hidung serta leher tampak lembut.

4. Gunakan teknik pencahayaan samping, dimana cahaya datang dari sisi kiri atau kanan model.

5. Untuk mengantisipasi sisi model yang tidak terkena cahaya, anda bisa menggunakan teknik fill in light (cahaya pengisi). Teknik fill in light yang sederhana adalah menggunakan kertas putih atau kain putih sebagai reflektor ( media pantul cahaya matahari )

6. Untuk model dengan ukuran tubuh sedang, posisikan kamera pada tengah tengah frame serta tingginya sejajar dengan model.

7. Untuk model dengan ukuran tubuh lebih gemuk atau lebar, usahakan mengambil posisi agak serong kira atau kanan agar model terlihat lebih kurus.

8. Untuk pemotretan model luar ruangan, pilihkan lokasi yang tidak begitu rame dan latar belakang yang lembut sehingga model menjadi tampak dominan. Pemilihan warna background pun diusahakan menghindari warna merah karena warna ini cenderung membuat warna kulit lebih pucat atau bahkan kebiru – biruan.

9. Penjiwaan oleh model sangatlah penting karena akan mempengaruhi aura dari foto yang dihasilkan, usahakan membuat model merasa nyaman dan rileks, umumnya ini akan didapat setelah 30 menit pemotretan.

10. Komunikasi yang baik penting dilakukan agar model tidak kehilangan mood, seperti menyampaikan pose yang kurang bagus, sebaiknya dibangkitkan saja rasa percaya diri sang model dengan berkata “Ok..”, “Bagus..”, “Great.. next pose please… “

Posted in Sekilas Tentang Binaan Saya | Leave a comment

Kebijakan Moneter Dan Kebijakan Fiskal

A. Arti Definisi / Pengertian Kebijakan Moneter (Monetary Policy)

Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.

Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :

1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar

2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu)

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :

1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.

2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.

3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.

4. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

B. Arti Definisi / Pengertian Kebijakan Fiskal (Fiscal Policy)

Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih mekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.

Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.

Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran :

1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.

2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.

3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin.

Posted in Sekilas Tentang Binaan Saya | Leave a comment

intelliScanLJK free software untuk koreksi LJK

Silahkan diunduh tanpa perlu basa basi, hanya saja saya tidak dapat membantu lebih lanjut silahkan hubungi dan search saja vendor yang tertera pada softwarenya.

semoga dapat membantu

silahkan klik saja link yang tertera di bawah

link : Intelliscanljk

Posted in Sekilas Tentang Binaan Saya | 5 Comments

UN Tahun Pelajaran 2010 – 2011 digelar April 2011

UN 2011 siap digelar setelah polemik muncul disana-sini akhirnya Pemerintah memutuskan untuk tetap menggelar Ujian Nasional 2011.

Untuk itu saya mencoba berbagi untuk semuanya agar di pelajari sebab UN 2011 berbeda dari sebelumnya, entah apakah akan menguntungkan atau akan memberatkan peserta didik yang Pasti mari kita galakan UN Jujur demi kemajuan pendidikan kita dan demi generasi penerus bangsa !!!

Silahkan siapa yang butuh akan Permendiknas Silahkan Donlod ajah beserta Lampirannya

Klik Disini Untuk Unduh :

Permendiknas No 46 Tahun 2010

Lampiran Permendiknas No 46 2010

atau

Permendiknas No 46 Tahun 2010

Lampiran Permendiknas No 46 2010

P

Posted in BAHAN AJAR, EKONOMI, imam sumitro, Kisi-kisi UN 2011, Pemendiknas, Permendiknas No 46 Tahun 2010, RPP, Sekilas Tentang Binaan Saya, SMA Negeri 1 Anjatan, SMANJA, smanja.net, Ujian Nasional, UN 2011 | Leave a comment

InteliScan LJK Koreksi gak pake Manual

Silahkan diunduh tanpa perlu basa basi, hanya saja saya tidak dapat membantu lebih lanjut silahkan hubungi dan search saja vendor yang tertera pada softwarenya.

semoga dapat membantu

silahkan klik saja link yang tertera di bawah

link : Intelliscanljk

Posted in BAHAN AJAR, EKONOMI, jadwal pelajaran, SMA Negeri 1 Anjatan, Software pembaca LJK | 4 Comments